Jumat, 28 Maret 2014

Apa Kabar Film NOAH?



Setelah menunggu-nunggu beberapa bulan dengan rasa penasaran, akhirnya ada berita kalau film berjudul NOAH sudah siap tayang, cuma sayang konon film yang berkisah tentang Noah atau Nabi Nuh as ini dilarang diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Tentu ada alasannya kenapa film ini dilarang, bahkan konon tak cuma Indonesia yang menolak film ini. Dari beberapa ulasan yang sudah saya baca, salah satu alasan penolakannya adalah karena Noah yang diperankan oleh Russell "Gladiator" Crowe diceritakan dalam film ini tak sesuai dengan pengetahuan kita para ahli kitab.


Padahal beberapa hari lalu saya sempat membaca ulasannya di majalah, bahkan setelah film NOAH siap menyusul film tentang Moses atau Nabi Musa yang berjudul EXODUS dengan bintang Christian “Batman” Bale. Saya terus terang penasaran dengan film-film ini sebagaimana selalu ada rasa penasaran ketika ada seseorang menceritakan peristiwa yang pernah terjadi di waktu lampau. Pengalaman saya menyimak orang bercerita tentang masa lalu selalu saja memperkaya wawasan saya dan membuat dada lebih lapang, apapun cerita tentang sesuatu yang sudah terjadi itu sangat mengecewakan pada awalnya.

Siapapun pasti kecewa ketika mendapati cerita yang dianggap bohong apalagi kalau cerita itu mengenai sesuatu yang dia alami. Saya ingat seorang teman yang terlibat tawuran antar kampung pernah menuduh seorang wartawan dibayar dalam menulis berita tentang tawuran itu, alasannya karena koran memberitakan korban jiwa di pihak kawan saya itu yang meninggal bukan akibat dari tawuran tapi meninggal karena sebab yang tak ada sangkutpautnya dengan tawuran antar kampung  yang pernah marak di masa awal reformasi itu. Semenjak mengalami itu saya tak pernah membaca hanya satu koran ketika ingin mengetahui suatu data dari peristiwa, saya tekankan minimal tiga sumber yang saya anggap layak baca. Dan selalu saja ada perbedaan data.

Tiga orang berada di tempat yang sama, mengalami hal yang sama pada waktu yang sama, saya yakin ketika ketiganya bercerita sendiri-sendiri di waktu berbeda hasilnya pasti beda. Sekian banyak umat Islam membaca kitab yang sama—Al Quran—ternyata hasilnya tak hanya perbedaan pemahaman, lebih dari itu kini bisa disaksikan ada sekian banyak sekte yang saling bermusuhan.

Jadi soal film NOAH ini yang sosok Noah-nya konon mengecewakan, bagi saya justru penting untuk ditonton dan jadi bahan diskusi. Saya membaca tentang Noah ini yang katanya pemarah, justru membuat saya ingin mencermati kisah Nabi Nuh as yang ada di teks-teks yang pernah saya baca. Saya rasa ini hal positifnya, bahwa saya harus mengakui kalau pengetahuan saya tentang Nabi Nuh as ternyata cuma sekilas-sekilas saja. Lebih dari itu pemahaman tentang agama saya pun berdasar pengetahuan yang cuma katanya. Saya tentu pernah beberapa kali khatam Quran, membaca terjemahannya pula, mendengar ceramah sejak anak-anak hingga tua seperti sekarang ini, tapi pasti sombong kalau saya mengatakan saya paham tentang isi kitab suci satu itu.

Bagi saya, yang percaya tak ada satu pun kejadian di dunia ini yang bukan ciptaan Tuhan, penolakan film NOAH sama saja penolakan terhadap Kemahakuasaan Tuhan. Film NOAH itu jelas ciptaan Tuhan, dan kita menolaknya dengan kekerdilan kita seakan-akan film itu hadir tanpa kehendak-Nya. Sama seperti sikap kita yang menolak Setan, kita tunjuk-tunjuk Iblis sebagai sosok yang harus enyah dari kehidupan, sesuatu yang dasarnya kebodohan ini ternyata justru membuat diri kita tidak menyadari bahwa setannya ternyata diri sendiri. Kita selalu milih bacaan hanya yang diijinkan oleh orang yang kita senangi, padahal Tuhan hanya menyuruh kita membaca dengan atas nama-Nya.

Tapi pelarangan film NOAH ini dan mungkin nanti EXODUS, tidak membuat saya kecewa berat, karena pasti bisa menontonnya nanti. Yang kecewa berat pasti pihak pemilik bioskop, kalau penggemar film bisa menonton lewat banyak media. Dan sangat mungkin penjual DVD bajakan sudah siap dengan stok yang banyak. Selamat membeli DVD bajakan bagi yang biasa membelinya, dan selamat men-download-nya bagi yang biasa mengunduh dari internet.

9 komentar:

Anthonie E. Pratama mengatakan...

wah jadi penasaran nih mas kaya apa filmnya yah, terus carinya dimana yah kalau dilarang.

Muhammad Affip mengatakan...

Kalo saya tinggal ngomong teman langsung copas

popi mengatakan...

menarik nih filmnya. Sekarang saatnya berburu dvd bajakan...hihi

Muhammad Affip mengatakan...

Popi: si ibu nongol lagi

duniaely mengatakan...

wah ... harus nonton film Noah nih :)

Obat Sakit mengatakan...

wah yo eman kalo dilarang diputar di bioskop indonesia
padahal alu ingin lihat filmnya
dimana ya bisa beli kasetny

Seputar Dunia Ponsel dan HP mengatakan...

judule koyo grup band musik yang diotaki ariel ya

Elsawati Dewi mengatakan...

saya nunggu link download nya aja deh, biar kata gratisan kurang greget biarin yang penting nonton..

Yahya Doank mengatakan...

Waaah pasti sangat seru tuh