Rabu, 26 Maret 2014

Peron Rangka Besi



Setelah beberapa stasiun kereta di Jabodetabek dibenahi dan panjang peronnya ditambah, beberapa minggu lalu kereta Comuter Line mengoprasikan rangkaian baru yang jumlah gerbongnya lebih banyak. Biasanya rangkaian terdiri dari delapan gerbong untuk rangkaian yang baru terdiri dari sepuluh gerbong. Walau rangkaian yang delapan gerbong masih lebih banyak, kemungkinannya kedepan jumlah rangkaian yang lebih panjang yang dominan.


Sejak kecil saya sudah merasa bepergian menggunakan kereta lebih nyaman dari memakai bis. Naik bis jarak jauh atau dekat waktu kecil saya sering kali mabuk, tapi naik kereta berdesakan pun rasanya asyik-asyik saja. Apalagi kini perkeretaapian kita terus dibenahi, bisa dilihat, orang-orang sangat antusias memanfaatkan transportasi jenis ini. Di Jabodetabek, Comuter Line terus bertambah penggunanya, lalu-lintasnya pun kini kian padat. Tepat sekali jika kemudian rangkaian kereta dibuat menjadi lebih panjang.

Peron ditambah panjang dan rangkaian kereta dibuat panjang juga, tapi yang lebih menarik adalah yang kemarin saya saksikan di Stasiun Manggarai. Beberapa minggu tak naik Comuter Line saya dibuat kaget melihat di Stasiun Manggarai telah ada penambahan peron yang terbuat dari besi. Saya kaget karena ternyata bukan cuma saya yang memikirkan soal pembuatan peron dari rangka besi  (haha). Biasanya pembangunan infrastruktur di sini—bisa dicermati—selalu dibikin berat yang pengerjaannya makan waktu lama. Saya lihat dalam film, di Amerika bahkan di Bangkok, di sana ada jalan layang yang konstruksinya cuma besi, atau bisa kita lihat pada jembatan kereta api bikinan Belanda yang di Indonesia banyak jumlahnya, sesuatu yang jelas lebih efesien jika dibandingkan dengan beton.

Semoga peron dari besi itu bukan proyek asal-asalan, sehingga bisa tahan lebih dari sepuluh tahun. Dan dinamika hidup yang hampir sulit diprediksi, dimana setiap saat bisa terjadi hal-hal yang mengubah arah laju dunia, pembangunan harus ditekankan pada hal-hal yeng efisien. Seperti enam ruas jalan tol dalam kota yang terus jadi kontroversi, kalau nanti sampai dibangun di Jakarta, buat saja dengan konstruksi besi, sehingga kalau karena keadaan tak lagi dianggap penting tinggal hubungi tukang besi dari Madura yang di Jakarta banyak sekali.

Sudahlah, yang pasti saya merasa asyik melihat peron dari besi memanjang itu, dan sudah pasti ongkos pembuatannya jauh lebih murah jika dibanding dengan peron dari beton. Yang pentingkan fungsinya terpenuhi, daripada trotoar yang dibikin sedemikian rupa pakai keramik segala, tampak indah tidak tapi bikin orang terpeleset saat ada gerimis sudah pasti.

10 komentar:

Joe Ismail mengatakan...

semoga bisa memberikan manfaat yang baik bagi penggunanya yaitu masyarakat

Muroi El-Barezy mengatakan...

kebanyakan fasilitas uumum kita cepet rsak ya mas, tapi semoga peron2 ini awet dengan kita saling menjaganya...

Muhammad Affip mengatakan...

Joe: soal manfaat harus, bahkan wajib hukumnya
Muroi: ya, warga negri ini banyak yg putus asa, jadi efeknya ke rusaknya lingkungan

Yahya Doank mengatakan...

Wah Semoga itu bukan proyek asal-asalan ya mas

Obat Sakit mengatakan...

aku malah jarang memakai kendaraan kereta api malahan
Kemana mana sukanya naik bis, lebih nyaman dan lebih cepat nyampai ketimbang kereta

Seputar Dunia Ponsel dan HP mengatakan...

entah di beton entah di buat dari besi yang penting nyaman saja untuk dipakai

Catatan Kecilku mengatakan...

Rangka besi itu musuhnya karatan ya kalau gak dipelihara dengan benar?

Soal trotoar yang dikeramik itu emang bener... licin jadinya kalau basah. Gak oke lah pokoknya :(

SmuaInfo mengatakan...

semoga semuanya bisa terjaga dengan baik ya Sob, jangan dirusak :D

Wahyu Eka Prasetiyarini mengatakan...

semoga aja pembangunan jalan rel kereta api dan jembatan nya bisa berjalan lancar ya mas :)

Anthonie E. Pratama mengatakan...

seharusnya masyarakat dan pengguna juga ikut membantu merawat dan memelihara yah mas supaya bisa tahan lama dan tidak cepat rusak.