Selasa, 10 Juni 2014

Kembalikan Indonesia! Pada Siapa?

Saya kira tak banyak yang tahu kalau Prabowo, capres nomor urut satu pernah menulis buku. Para pendukungnya sekalipun saya yakin sedikit pula yang tahu dan sangat mungkin cuma dua atau tiga orang yang pernah membacanya. Buktinya tak ada adu hebat di jejaring sosial yang memanfaatkan hal ini untuk ejek-ejekan. Kalau tahu pasti sudah ada yang pamer, bahwa capres jagoannya sudah nulis buku, capres sebelah akan diolok-olok cuma bisa nulis di kwitansi.

Buku yang saya anggap merupakan ekspresi patriotis ini dicetak dalam edisi yang lux. Kertasnya bukan HVS, melainkan artpaper, sampulnya hardcover, jadi walau tipis buku ini terasa berbobot (?). Buku yang terbit sepuluh tahun lalu ini (2004), isinya sudah tentu segala hal yang terkait dengan kondisi bangsa pada saat itu (yang tentu saja masih berlangsung hingga saat ini). Apa yang selalu disampaikan Prabowo dalam banyak kesempatan, soal kedaulatan negara dan semacamnya, ada di buku ini. Terasa sekali perjuangan Prabowo bukan baru ketika berpartai, tapi partainya saya kira bagian dari perjuangannya mewujudkan apa yang tertulis di buku berjudul Kembalikan Indonesia! ini.

Anggaplah Prabowo patriot sejati, dan dia sangat bergairah untuk menjadikan Indonesia negri yang seperti dalam kampanyenya: menjadi Macan Asia. Tapi mengurus negri yang isinya para bajingan lihai ini tidak cukup dengan semangat menggebu-gebu. Apalagi dengan taktik politik yang mudah melunak demi meraih kekuasaan seperti yang dilakukannya selama ini. Kita ingat, Prabowo pernah merendahkan diri menjadi wakilnya Megawati di pilpres 2009 lalu, padahal dia sebelumnya maju sebagai capres Gerindra. Lalu sekarang, padahal di waktu sebelumnya selalu berteriak "lawan koruptor" dan mengejek pemerintahan SBY yang bagi-bagi BLT dengan uang hasil ngutang, tapi apa yang terjadi, dia menerima bahkan melobi orang-orang yang dulu dikritiknya menjadi pendukungnya.

Pemikiran tetap pemikiran, dan tindakan adalah sesuatu di tempat lain. Dengan segala kegelisahan yang dimiliki dan gairahnya yang menggebu-gebu untuk memperbaiki keadaan, saya justru melihat Prabowo akhirnya terjebak menjadi semacam boneka yang dimain-mainkan. Dengan uang melimpah, gagasan-gagasan, mestinya telah banyak yang dilakukannya daripada sekedar memimpin partai yang tak mampu menang pemilu. Saya malah curiga jangan-jangan Adiknyalah yang konglomerat itu yang bermain dalam banyak lakon-nya selama ini, termasuk yang membidani lahirnya buku yang tak pernah saya lihat ada di toko buku itu. 

10 komentar:

pakde sulas mengatakan...

aku melihat Prabowo datang dengan membawa ide yang besar, cuman sayang dia tidak tahu bagaimana cara merealisasinya.

ibarat dia membawa satu piring piza di atas meja, dia tidak tahu bagaimana memakan piza tersebut

lain dengan Jokowi, dia menawarkan bagaiman cara makan piza itu, secuil demi secuil, hingga habis piza tersebut

itu menurut saya loh, entah orang lain

Seputar Dunia Ponsel dan HP mengatakan...

mending masih berani maju untuk kepentingan rakyat, smoga memang benar demikian

Obat Sakit mengatakan...

yang jelas harus dikembalikan kepada rakyat indonesia
presiden adalah cuma mengemban amanah saja

Albarnation mengatakan...

saya bingung mau komentar apa disini

Dary SEO mengatakan...

Semoga presiden selanjutnya memberi dampak positif yang besar bagi Indonesia

Putri mengatakan...

izin nyimak aja mas, habis bingung mau komen apa hehehe

Muhammad Affip mengatakan...

Buat yang sudah datang dan komen saya ucapkan terimakasih, jangan kapok ya

IQROZEN mengatakan...

Semoga menjadi pemimpin saat ini lebih berwibowo...

Popi mengatakan...

ceritakan donk isi bukunya...
saya mau beli di toko buku, kata sampean ga ada! Jadi ga jadi beli.

Muhammad Affip mengatakan...

Popi: seperti yang saya katakan, isinya apa-apa yang kini sering diomongkan prabowo. juga tentang kecaman dia pada kebijakan pemnerintah di masa megawati yang jual aset negara ke asing