Senin, 09 Juni 2014

Ngobrol dengan (Capres) Jokowi

Orang-orang bersama tertawa, saya juga, saat menyaksikan seorang wanita cantik ngobrol dengan Mas Jokowi. Berikutnya kami masih tetap tertawa ketika seorang nenek yang mengaku tinggal di belakang Balai Kota (kantor sang calon presiden saat aktif menjabat gubernur)  berbicara akrab dengan Wong Solo itu—walau mengharukan juga dan saya sempat berkaca-kaca ketika sang nenek berkata seumur-umur baru kali ini merasa dekat dengan gubernurnya. Jokowi tidak sedang melawak dalam dialog dengan para pendukungnya itu, kami tertawa karena Jokowi yang tampil melalui layar televisi berupa kartun yang tampangnya tidak mirip dengan sosok aslinya meski suara dan gaya bicaranya sama persis.


Saya tidak tahu apakah itu suara asli Jokowi atau bukan, tapi dialog yang berlangsung di pinggir jalan itu benar-benar berasa hangat. Ada yang sekedar menyampaikan dukungan, ada juga yang mengeluhkan soal sehari-hari yang berlangsung di Jakarta seperti: macet dan tentu saja banjir. Terasa sekali kalau dialog itu langsung dengan beliau, walau yang tampak cuma sosok kartun yang gerak bibirnya tak sesuai dengan suara yang keluar. Rasanya ingin melongok ke dalam mobil mini bus tempat pesawat televisi  itu berada, apakah ada seorang pengisi suara di sana atau jangan-jangan Jokowi sendiri.




 Mobil itu (silahkan lihat gambar dulu)  mangkal di jalan Sudirman saat car-free-day hari Minggu (8-6-2014) kemarin, di sana siapa saja bebas berbicara atau bertanya dengan calon presiden nomor urut dua yang memang dikenal dekat dengan rakyat bawah. Awalnya saya menduga itu teleconfrence, tapi ternyata tak tampak sosok asli Jokowi di sana. Namun sepertinya orang-orang yakin kalau mereka berbicara langsung karena bukan saja suara dan gaya ngomongnya yang sama, jawaban-jawaban yang diberikan pun tidak asal ucap tapi benar-benar merespon dengan baik. Cuma tidak tampak saja beliau-nya dan hanya diwakili oleh kartunnya.

Saya berharap, kalaupun itu bukan suara Jokowi benaran, dialog-dialog itu terekam dengan rapi kemudian nanti disimak langsung oleh beliau. Jadi tidak sekedar hiburan di Minggu pagi, atau pamer kehebatan produk tekhnologi, tapi merupakan sarana pengumpul pesan dari rakyat bawah yang selama ini sulit bertemu langsung dengan pemimpinnya. Juga mungkin nanti perlu diperbanyak mobil-mobil semacam ini yang bisa keliling ke kampung-kampung di seluruh Indonesia. Daripada kunjungan model Pak Harto bertemu dengan klompencapir yang pastinya menghabiskan banyak anggaran, model mobil keliling pastinya lebih murah dan rakyat karena tidak berhadapan langsung biasanya lebih berani untuk berkata terus terang.

Indonesia Baru harus lebih memberi kesempatan pada rakyat bawah untuk bicara, mengeluh bahkan mengaduh. Maka pemerintah kedepan harus memberi fasilitas. Apa yang saya saksikan kemarin itu jelas sesuatu yang nyata yang bisa dijadikan sarana untuk terjadinya interaksi positif antara pemimpin dan yang dipimpin. Bila perlu disediakan nasi bungkus bagi mereka yang bertanya atau berpendapat, biar tak perlu lagi ikut demonstrasi jalanan yang lebih sering mengganggu ketertiban di tempat umum.


Mari kita songsong Indonesia yang lebih cerdas.

10 komentar:

pakde sulas mengatakan...

bila kita bisa keluarin uneg-uneg dengan orang penting, kayak hilang sudah beban hidup

Purnomo Jr mengatakan...

Kadang yg asli dari orangnya aja sendiri. ..Masih kbanyakan jawab "Baru Akan" kan katanya...
Hehe

Tapi sekarang
keliatannya..masyarakt kita udah cerdas buat menggunakan hak pilih di 9 juli nanti ya mas ..

Purnomo Jr mengatakan...

Yakin nih De..

Muhammad Affip mengatakan...

Pakde: ya, biasanya begitu pakde
Purnomo: nanti nanti, begitu ya, seakan dia mampu menentukan masa depan. kalo yang begitu melulu ngomongnya sudah jelas gak layak pilih

Fahrizal Mukhdar mengatakan...

Jokowi memang diakui dengan track recordnya dan kedekatannya dengan rakyat ... :-) seandainya di kalimantan jokowi juga bisa hadir dan mendengarkan uneg-uneg saya ... :-)

fb mengatakan...

hmm siapapun presidennya nanti semoga bisa lebih baik.

Dary SEO mengatakan...

info yg bermanfaat gan , sukses selalu

Muhammad Affip mengatakan...

fahrizal: kalau mobil teleconfrence ada dimana2 tak cuma yang di kota atau di jawa yang mungkin bisa dekat dengan presiden, di pedalaman kalimantan pun mungkin, semoga harapan ini diperhatikan oleh presiden baru nanti
fb: saya kira malah tanpa presiden hidup kita bisa lebih baik haha
Dary: trimakasih

Obat Sakit mengatakan...

semoga pemimpin baru bisa memimpin rakyatnya

Dunia Ely mengatakan...

Aku belum pernah lihat mobil seperti di atas mas :)