Minggu, 29 Juni 2014

Luis "Kanibal" Suarez; Ah!

World Cup Brasil 2014 sudah melewati fase penyisihan grup, dan kini masuk babak 16 besar. Enambelas tim sudah harus pulang kampung, enambelas lainnya harus bertarung habis-habisan agar tetap bertahan. Walau ada juga yang timnya bertahan tapi salah satu pemainnya harus pulang kampung. Seperti Uruguay yang setelah mengalahkan Inggris dan Italia berhak lolos ke babak berikut, tapi pemain andalannya Luis Suarez justru mendahului pulang kampung.


Luis Suarez sebenarnya menjadi tokoh penting lolosnya Uruguay karena kehadirannya membuat timnya kuat. Bisa dilihat di pertandingan awal, Uruguay yang tanpa dirinya kalah oleh Kosta Rica yang awalnya diremehkan, tapi Uruguay bangkit mengalahkan dua andalan Eropa setelah Suarez bermain. Dan kini ketika timnya masih membutuhkan dirinya justru dia dipulangkan karena dianggap sebagai makhluk berbahaya.

Benar bahwa Luis Suarez berbahaya, gol-golnya menjadi momok bagi banyak penjaga gawang, tapi FIFA memulangkannya bukan karena kemampuan membuat golnya melainkan karena dia dianggap “kanibal” yang sewaktu-waktu siap memakan orang yang ada di dekatnya. Setelah pernah dikenai sanksi karena konon menggigit tangan Ivanovic, di Piala Dunia sekarang dia dinyatakan bersalah telah akan memakan pundak Chiellini, pemain Italia. Ada-ada saja.

Maradona protes atas hukuman FIFA itu. Chiellini pun yang jadi korban gragotan Suarez menganggap hukuman yang ditetapkan berlebihan. Dan saya juga setuju dengan yang menolak hukuman empat bulan tak boleh berurusan dengan sepakbola itu. Suarez tak membunuh siapapun, kata Maradona. Dan kenyataannya Suares tidak pernah mengejar orang untuk digigit atau mengancam lawan main akan menggigit kalau menghalangi dia membuat gol.

Mungkin rekaman video memperlihatkan dia nggragot pundak Chiellini, atau pada kasus sebelumnya, tapi peristiwanya terjadi dalam situasi bertarung yang memungkinkan benturan fisik terjadi. Saya jadi ingat zaman kecil lagi, dulu ada teman saya yang juga mengalami peristiwa yang mirip dengan Suarez. Peristiwanya saat ramai-ramai mandi di kali, waktu itu ada teman yang sedang terjun ke air yang di bawahnya banyak anak-anak sedang berenang dan menyelam. Lebih parah dari kasusnya Suarez, gigi teman saya yang terjun itu nyangkut di jidat seorang teman yang sedang asyik diberenang di bawah. Hasilnya bekas gigi menancap berderet di jidat yang sudah pasti berdarah-darah.

Luis Suarez sudah dipastikan tak akan bisa disaksikan aksinya untuk empat bulan kedepan. Liverpool, klub yang mengontraknya akan kehilangan dia di banyak pertandingan. Penonton Liga Inggris  tak bisa melihat dia memasukan bola setidaknya sampai bulan Oktober. Dan saya yakin Suarez menderita, sebagai pemain sepakbola dilarang bermain sepakbola tentu beban yang luar biasa. Keterlaluan FIFA.


Konon Liverpool mau banding untuk kasus ini, semoga ada pengurangan hukuman, karena bagi saya ini bukan kasus pelanggaran sportifitas. Suarez tak menggunakan giginya untuk menghalangi pemain lawan mencetak gol sebagaimana sering pemain memanfaatkan badan besarnya untuk menjatuhkan lawan. Kasus ini tak beda dengan menyikut atau membanting yang mungkin terjadi dalam kontak fisik di lapangan. Dan apakah Suarez selalu menggigit saat menyerang orang yang tak disukainya? Ah!

Gambar: e-cloudy.com

8 komentar:

Obat Sakit mengatakan...

aku kira kok mas suarez ini tukang makan orang

Seputar Dunia Ponsel dan HP mengatakan...

apalagi yang kurang
kan sudah moncer dia sekarang ini
ngapain juga gigit pundak orang

TS Frima (Rian) mengatakan...

Sayang dong kalau gak boleh main selama itu.

Wahyu Eka Prasetiyarini mengatakan...

wah ada-ada aja ya main bola pakai acara gigit-gigitan :)

Nandar mengatakan...

Sebenernya kalo enggak ada Luis suarez jadi kurang seru mainnya.. tapi gimana lagi.

Muhammad Affip mengatakan...

Tadinya aku memprediksi Uruguay bisa juara dg Suarez, tapi Tuhan sudah menetukan. Mau apa lagi coba?

Blogs Of Hariyanto mengatakan...

sepertinya ada udang dibalik batu atas keputusan FIFA mem-vonis Suarez..apalagi tim Uruguay besar peluang-nya untuk maju hingga ke babak final....sehingga kemungkinan besar harus terganjal oleh gagalnya Suarez melanjutkan permainannya karena harus pulang kampung....
keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

Ario Antoko mengatakan...

Hukumannya sudah pas, karena dilapangan aturannya main bola pakai kaki bukan menggigit