Selasa, 28 Oktober 2014

Pemuda, Jangan Gampang Bersumpah!

Kembali tanggal 28 Oktober. Artinya kembali mengingat peristiwa sekian puluh tahun lalu di Jalan Keramat Raya, Jakarta: Sumpah Pemuda. Dulu pada masa Hindia Belanda anak-anak muda dari banyak suku di Nusantara berkumpul mengikrarkan diri bersatu demi kemerdekaan. Begitu heroik. Dan peristiwa itu kini pada tanggal ini dikenang sebagai Hari Sumpah Pemuda.


Dulu para pemuda berkumpul mengadakan kongres dan menghasilkan Sumpah Pemuda. Sumpah yang menjadi catatan penting sejarah berdirinya Negara Indonesia. Sumpah yang tidak main-main, karena berangkat dari rasa prihatin sebagai bangsa terjajah. Sumpah yang kemudian diharapkan jadi perekat dan pemersatu bangsa yang bineka ini. Semoga semangat mereka abadi, merasuki pemuda-pemuda masa kini di zaman yang berbeda.

Dan baru sehari berlalu, di Jakarta pula telah bersumpah beberapa orang hebat negeri ini. Mereka bukan pemuda tapi mantan pemuda. Mereka manusia yang telah dipilih dan  diangkat menjadi para pembantu presiden baru Indonesia. Mereka adalah para menteri, mereka telah bersumpah jabatan, bersumpah bahwa mereka siap bekerja demi bangsa dan negara. Mereka bukan lagi golongan pemuda karena usia mereka sudah diatas empat puluh tahun semua (konon batas disebut pemuda adalah umur 18 sampai 35 tahun). Tapi pastinya sumpah mereka dijiwai oleh semangat kepemudaan dan semoga sesuai moto pak Presiden Jokowi: Kerja, Kerja, Kerja! Walau bukan lagi pemuda tapi jiwa mereka diharapkan jiwa pemuda.

Sumpah sepertinya memang penting. Dengan bersumpah seseorang telah menunjukkan kepada yang lain bahwa dirinya bersungguh-sungguh untuk berbuat. Walaupun sesungguhnya tak perlu bersumpahpun kesungguhan mungkin saja dibuktikan, begitu juga sebaliknya sumpah pun bisa cuma omong kosong yang menipu. Apalagi sumpah jabatan, yang karenanya akan ada banyak keuntungan materi yang didapat. Semoga walau telah banyak pejabat negeri ini melanggar sumpah jabatan, sumpah tetaplah sumpah, sesuatu yang bernilai lebih dari sekedar ucapan.

Para pemuda zaman Hindia Belanda telah membuktikan sumpahnya dengan terwujudnya Indonesia sebagai negara. Para pemuda generasi berikutnya diharapkan bisa meneladaninya. Indonesia baru saja memulai langkah baru menuju Indonesia Baru dengan dilantiknya presiden baru dan menteri-menteri baru dalam suasana Sumpah Pemuda. Suatu mementum penting khususnya bagi para pemuda.


Dan pada akhir tulisan ini, mungkin penting untuk diingat bahwa bagaimanapun sumpah gampang diucapkan dan sudah jadi komoditas, generasi muda haruslah tetap menyadari bahwa sumpah bukanlah pernyataan seremonial. Sumpah adalah janji seseorang pada alam semesta.  Maka kepada para pemuda, jika anda telah bersumpah (sumpah apapun itu) maka perjuangkanlah, atau alam semesta akan menunjukkan kemurkaannya. 

Hidup pemuda!

7 komentar:

zach flazz mengatakan...

lho saya koq tau2 disuruh komen? mana bacaannya. ohh, kotaknya yang sebelumnya ya? haha.

zach flazz mengatakan...

setuju Kang, setuju banget. yang penting karya nyata sebagai bukti, bukan sekedar komitmen nihil tanpa ujung kan

Muhammad Affip mengatakan...

benar, tanpa ujung gak enak haha

Putri mengatakan...

betul sekali

Riri Maysyuri mengatakan...

kita tidak membutuhkan sumpah2 dari pemuda/generasi penenrus bangsa ini, tapi kuta membutuhkan hasil karya nyata yang bergunu untuk sesama, betul tidak ??!!! hehehe

Ayu mengatakan...

betul jadi pemuda jangan mudah bersumpah bila belum yakin dapat menjadikannya nyata, salam perkenalan ya

Ario Antoko mengatakan...

kalau beda prinsip memang gitu, suka ga legowo

setiap pemuda memiliki sifat kanak-kanak bukan :peace:

*untuk masalah office perlu menjelaskan lebih detil kendalanya