Rabu, 01 April 2015

BBM: Baru dan Baru Maning


Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) setelah naik dan turun kini perlahan tapi pasti menanjak maning. Harga baru—untuk jenis premium— Rp 7400 dari sebelumnya Rp 6900. Sungguh, saya sempat dibikin kaget dengan perubahan terakhir yang cuma limaratus perak itu. Bukan karena besaran nilai nominalnya, tapi saya kaget oleh caranya yang  sepertinya lebih gampangan. Tak diumukan pakai seremoni oleh presiden, penetapannya yang sepengetahuan saya pada awal bulan dan tengah bulan pun tidak dilakukan.


Hari Jumat lalu, tepatnya tanggal 27 Maret 2015 saya baca berita Pertamina mengusulkan pada Pemerintah Rp 8200 untuk harga baru BBM jenis premium. Besaran yang akhirnya sama-sama kita tahu ditolak karena mungkin terlalu drastis kenaikannya dan pemerintah hanya menikkan sebesar limaratus rupiah. Waktu esoknya saya baca berita lagi dan harga menurut berita telah ditetapkan saya kira harga baru itu akan berlaku pada hari ini (1 April), ternyata pada Sabtu (28 Maret) itu juga harga di SPBU telah berubah. Saya kaget karena rencanannya saya akan beli BBM pada hari Senin atau Selasa.

Kali ini tak ada berita hiruk pikuk soal antrian kendaraan bermotor di tempat pengisian BBM, padahal saya sempat mengira hal itu akan terjadi. Sepertinya apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan tidak menetapkan harga baru pada satu April merupakan strategi yang benar-benar telah dimasak. Menaikkan harga sebesar limaratus rupiah mungkin tidak seberapa, tapi perubahan angka  dari enam ribu ke tujuh ribu pasti bikin orang menggerayang dompet. Buktinya  ada yang sempat mengajak saya membeli  dalam jumlah besar untuk perediaan setahun, tapi nggak jadi karena harga sudah terlanjur naik.

Dari enam ribuan kini ke tujuh ribuan. Harga pun setengah bulan kemudian dipastikan akan kembali berubah. Kemungkinan besar akan kembali naik, apalagi Pertamina menyatakan harga keekonomian pada angka delapan ribu ke atas,  maka saya mulai memaklumi perasaan diri sendiri yang mulai waswas. Anggaran untuk BBM akan naik, presiden yang saya dukung akan kembali kena hujatan dan berita mahasiswa demo di jalan akan ramai lagi.

Entah berapa pasnya harga BBM untuk orang Indonesia? Ada yang bilang harga BBM kita kini termurah se-Asia Tenggara. Ada yang pengin harga Orde Baru, tapi untungnya tak ada yang minta BBM gratis. Kalau saya hanya ingin ada pemisahan yang tegas  untuk BBM kendaraan pribadi dan BBM untuk kendaraan umum. Sebab harga murah untuk semua nyatannya juga bermasalah: angkutan umum hampir punah dan kendaraan pribadi bikin resah. 

3 komentar:

Asep Haryono mengatakan...

Wahahahah iya benar juga. DUlu harga harga naik karena BBM dituding penyebabnya. BBM Naik mska harga harga pada solider ikut ikutan NAIK> Giliran BBM turun harga ya tetap NAIK nda turun turun. Aneh

Nandar mengatakan...

pusing ah naik turun begitu..

Muhammad Affip mengatakan...

Asep: saya yakin para pedagang lebih seneng situasi ini Pak
Nandar: hahaha