Minggu, 10 Mei 2015

Prostitusi Artis; #GueMahGituOrangnya

Minggu begini, hari libur, paling enak rebaan di tempat tidur sambil membayangkan beberapa saat lagi ada yang mengetuk pintu yang ternyata seorang artis sinetron idola. Artis itu sudah saya booking seharga 200 juta rupiah untuk satu hari penuh, yang  uang mukanya sudah saya setor sebanyak 30 persen pada germonya yang berinisial RA. Tak peduli RA sekarang sudah ditangkap polisi, pokoknya saya tetap asyik menghayal di sini. Tak peduli juga si artis idola tak datang, toh istri saya tidak kemana-mana. #GuaMahGituOrangnya.


Menghayal, begitulah pekerjaan kebanyakan orang yang meski tidak dibayar dan sering ditertawakan, tapi  saya yakin semua orang melakukannya (cuma ada yang berlarut-larut dan ada yang sekedarnya saja). Dan karena dari kemarin sore membaca berita tentang seorang artis dan germonya yang tertangkap basah di hotel bintang lima saat bertransaksi, saya jadi ikut membayangkan diri jadi orang yang punya banyak duit. Semoga saya bisa punya banyak duit, dan semoga saya cuma kali ini menghayal pakai jasa peeska, naudzubillahi mindzalik.

Berita tertangkapnya seorang artis dan germonya saat transaksi adalah kelanjutan dari aksi obrak-abrik prostitusi online oleh polisi. Setelah sebelumnya polisi melakukan penggerebekan di kamar-kamar kos dan apartemen, kini sasarannya hotel berbintang. Kalau sebelumnya pekerja seksnya abege-abege anak sekolahan dan kuliahan, kini seorang publik figur. Entah siapa lagi yang akan tertangkap, adakah peeska dari kalangan ibu-ibu pengajian?

Dulu setiap kali mendengar obrolan tentang artis ini artis itu yang katanya bispak alias bisa dipakai saya cuma mendengarkan sambil lalu, karena sudah lazim orang-orang punya kebiasaan ngerumpi artis. Tapi sekarang dengan tertangkapnya artis berinisial AA jangan-jangan rumpa-rumpi itu ada benarnya. Walau benar atau tidak, nyatanya kelakuan para artis itu di depan publik sejauh ini sudah sangat-sangat merusak. Maka apa jadinya jika ternyata terungkap banyak diantara artis-artis cantik idola seluruh warga itu ternyata memang bispak dan bisyar?

Tapi sudahlah, bagaimanapun kebobrokan semacam ini bukan sesuatu yang baru, tinggal bagaimana orang-orang yang peduli pada nasib generasi muda melakukan upaya-upaya perlindungan. Pemerintah mestinya melakukan upaya serius dengan membenahi siaran-siaran televisi kita yang cenderung tanpa mutu, para ulama tak sekedar bisa memobilisasi massa, dan sekolahan harus dicegah jadi pabrik mesin penghasil uang.

Akhirnya sampai di sini saya sudah tidak menghayal lagi. Ternyata benar, ngeblog lebih baik daripada bengong. Bengong bikin menghayal panjang dan tak ada yang bayar, ngeblog bisa menghentikan khayalan dan sesekali ada yang bayar. #GuaMahGituOrangnya





3 komentar:

Djangkaru Bumi mengatakan...

Blogger ada yang bisa dipakai kagak ? jika ada kasih ke aku dong. Aku mah orangnya begitu, tidak bisa bengong.

zach flazz mengatakan...

enyong tadi be mau nulis dengan tema ini koh, tapi kedisitan sama sampeyan

zach flazz mengatakan...

sampeyan jakarta kan ya Kang? ketemuan yuh