Sabtu, 08 September 2018

Bukan Sinetron "Dunia Terbalik"


Sinetron Dunia Terbalik yang setiap malam tayang di RCTI hanya salah satu yang menampilkan realitas di masyarakat Jaman Now. Istri kerja merantau sampai ke luar negeri, para suami bergaya di kampung pakai sepeda motor keluaran terbaru. Sesuatu yang terbalik lagi dan mudah dikenali adalah orang tua takut dan patuh kepada anak. Seorang kawan sering bilang: hidup itu ada masanya. Ya, sekarang sedang masanya sesuatu yang dianggap terbalik, pada waktunya nanti sesuatu yang terbalik akan dianggap normal.


Saya tidak punya istri yang merantau ke luar negeri dan alhamdulillah saya belum dikaruniai anak, namun saya  ikut tren kekinian juga akhirnya, yaitu kemarin jalan-jalan ke toko sandal dan membeli sandal jepit sangliran. Ceritanya ada toko sandal dan sepatu yang sedang cuci gudang besar-besaran, karena ramai saya dan istri ikut-ikutan menyerbu ke sana dan hasilnya membawa pulang beberapa pasang sandal yang salah satu pasangnya sandal sangliran itu.


Sangliran itu istilah di daerah saya untuk menyebut sepasang sandal yang tidak kompak. Pada zaman saya kanak-kanak ketika belum ada listrik sering terjadi kasus orang memakai sandal salah ambil pasangan, entah itu di rumah sendiri atau ketika di masjid. Sandal jepit yang sering sangliran, yang satu jepitnya warna hijau sebelahnya berwarna merah, dan biasanya ketika ada yang tahu langsung jadi bahan olok-olok. Memakai sandal sangliran pada zaman dulu jelas bikin malu, bahkan di rumah sendiri pun tak akan dilakukan.

Tapi kemarin saya beli sandal justru warnanya yang kanan dan yang kiri berbeda, saya membelinya lebih karena harganya murah --cuma lima ribu rupiah. Dan saya tentu saja tak takut diolok-olok karena pasti sudah banyak yang memakai sandal model begini. Benar juga, walau di lingkungan saya tak tampak ada yang memakai sandal sangliran, bolak-balik saya bawa ke musholla tak ada seorang pun yang peduli. Bahkan mungkin andai saya jalan-jalan memakai sepatu di kaki kanan dan kaki kiri bersendal bakiak pun tak ada yang tertawa atau mengatai, semua orang sepertinya sudah sadar sekarang sudah Jaman Edan.

Ngomong-ngomong sudah jam setengah sepuluh malam, sedang jamnya Dunia Terbalik nih, nonton Aceng sama Dadang dulu ah…

Tidak ada komentar: