Selasa, 25 Maret 2014

Jokowi Harusnya Tak Ikut Kampanye



Saat menulis ini, di televisi sedang diputar film berjudul Jokowi. Film yang berkisah tentang perjalanan hidup Gubernur DKI Jakarta yang juga calon presiden. Entah sengaja atau tidak, saya merasa penayangan film ini layak disebut sebagai kampanye. Dan setiap hari di beberapa stasiun televisi juga tayang iklan obat masuk angin “Wong Bejo” yang bintang iklannya mengaku bernama Jokowi kawe-kawe-an. Jutaan orang dari Sabang sampai Merauke menonton iklan itu setiap hari, kampanye atau bukan?


Jokowi memang sosok yang diakui atau tidak kini memberi harapan bagi banyak orang yang sudah hampir putus asa hidup di negeri kacau balau ini. Harapan yang selama ini terus ditiadakan karena hampir segala upaya perbaikan di negri ini selalu tak jelas ujungnya. Dan Jokowi  yang meski tidak luar biasa tapi nggenah langkah-langkah kerjanya itu tak hanya memikat rakyat kecil, bahkan orang-orang besar pun banyak yang memujinya. Maka wajar kalau kemudian ada seorang pemilik stasiun televisi  menjadi pendukungnya dan di masa kampanye ini menayangkan film itu.

Kalau keadaannya seperti ini mestinya Jokowi tak perlu ikut-ikut kampanye. Dan orang-orang partainya juga mestinya jangan memanfaatkan popularitas Jokowi untuk memikat massa. Petinggi partai dalam hal ini Ibu Megawati mestinya lebih mendorong agar Jokowi tetap fokus pada pekerjaannya, tak perlu ambil cuti apalagi sampai pergi kesana-kemari ikut kampanye. Karena dengan menampilkan keteladanan sebagai pejabat yang lebih mengutamakan kepentingan orang banyak daripada golongannya,  bisa jadi kampanye partai yang hebat.

Solidaritas sesama orang partai mungkin alasannya, tapi nyatanya tak semua kader PDIP yang saat kampanye melibatkan Jokowi menang dalam beberapa pemilihan kepala daerah. Jadi Jokowi baiknya berkampanye dengan cara yang lebih bijak daripada ikut-ikutan orasi jadi jurkam di depan kerumunan massa. Jokowi mestinya menunjukkan diri sebagai milik orang banyak, bukan orang partai apalagi sampai terkesan jadi boneka yang gampang dimain-mainkan.

Sudahlah Mas Jokowi, biarkan mereka yang sibuk kampanye, sampean kerja dan kerja saja seperti yang sering sampean katakan. Kerja dan kerja, dan sampean dikampanyekan.

6 komentar:

Obat Sakit mengatakan...

yo bener
capres kok melu kampanye, yo ndak boleh to

Seputar Dunia Ponsel dan HP mengatakan...

mana boleh capres kampanye sendiri

Febri Gamesoft - www.mas-feb.com mengatakan...

ya bener,, ya gak boleh

Wahyu Eka Prasetiyarini mengatakan...

luar biasa ya jokowi, karier politik nya melesat tinggi. Semoga bisa sukses dalam pemilu 2014 :)

Anthonie E. Pratama mengatakan...

sebenernya nggak usah kampanye juga kayaknya udah banyak yang pilih dia, ngapain buang-buang waktu dan tenaga yah mas hehe...

Muhammad Affip mengatakan...

terimakasih buat yang sudah komen