Kamis, 23 April 2015

Dari KAA ke Blog Kita

Meski tidak semua orang tahu sedang ada peristiwa besar di negeri ini, namun sebagai bloger kita wajib mengetahuinya. Ya, di Jakarta dan Bandung dari tanggal 19 sampai 24 April 2015 ada ratusan tamu negara dari mancanegara –khususnya Asia dan Afrika— yang sedang memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Mereka yang berada di luar dua kota besar itu memang banyak yang tak tahu atau tak mau tahu tentang perhelatan bersejarah ini (sibuk cari makan). Tapi saya yang merasa diri bloger—walau sedang di luar Jakarta, dalam posting ini mencoba pamer pengetahuan..


KAA jelas peristiwa penting dalam sejarah berdirinya Negara Indonesia, penyelenggaraannya 60 tahun lalu di Bandung menunjukkan bahwa bangsa dan negara ini pernah punya pengaruh di dunia. Catatan penting ini tak semestinya tersembunyi dan tidak diketahui generasi muda sekarang yang krisis kebanggaan pada bangsanya. Negara kita saat itu adalah pemerakarsa berkumpulnya negara-negara yang baru lepas dari penjajahan, berdiri tegak membangun posisi diantara kekuatan-kekuatan besar.

Presiden kita saat ini Bapak Joko Widodo dalam pidato pembukaan kemarin telah memanfaatkan momen penting itu untuk menunjukkan kembali bahwa kita bangsa bermartabat. Dalam pidato itu dengan berani presiden mengecam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang tak berdaya menangani masalah Palestina. Pidato yang menuai banyak pujian, maka perlu kiranya anak-anak kita mengetahui itu agar kuat melawan kekuatan-kekuatan besar yang menindas.

Dalam penyelenggaraannya yang ketiga ini (1955, 2005 dan 2015) ada yang dirasa kurang sreg, yaitu dengan penutupan jalan-jalan di Jakarta sebagai tindak pengamanan—sepertinya ada ketakutan tamu-tamu penting itu dibegal,  tapi saya sangat mendukung acara-acara besar semacam ini diselenggarakan di kota-kota besar negara kita. Gubernur DKI Jakarta juga konon tak setuju ada penutupan jalan, cuma mau bagaimana lagi kalau aturan dari pusat sudah begitu. Padahal andai pengamanannya tidak vulgar dan segalanya dibiarkan berlangsung wajar, citra sebagai negara aman bisa kita sebarkan pada mereka yang telah menilai negara kita sebagai sarang teroris.

Semoga acara penting ini menghasilkan sesuatu yang penting pula. Sesuatu yang mengubah peta kekuatan dunia, dan yang lebih penting bisa membangkitkan keterpurukan Indonesia sehingga kita tidak terus-terusan cemas setiap kali mengetahui nilai dolar atas rupiah.


5 komentar:

Abdullah Al Pinrany mengatakan...

aduh kelewatan nonton pidato beliau mudah-mudahan ada di you tube supaya bisa tahu pak jokowi ngomong apa saja

santika fadilah mengatakan...

ulasannya kritis juga ya.. begal motor pada gigit jari ya akses jalannya ditutup sepanjang KAA hihi.. tp masa juga sih tamu KAA pada naik ojeg..

TS Frima mengatakan...

Saya jadi tahu hal yang tadinya saya tidak tahu tentang KAA ini. Tapi saya sempat ke GBK dan melihat tanda-tanda kemeriahan KAA di sana.
BTW, apa kabar mas? :)

Fahrizal Mukhdar mengatakan...

Ada tiga poin yang bikin bangga. Monggo baca lagi di media massa cetak. Hehe.

Muhammad Affip mengatakan...

Abdullah: ati ati salah nonton pidatonya SBY haha
Santika: begal motor katanya sekarang cari mangsanya di daerah perbatasan
Frima:baik nih kabare
Fahrizal: aku gak baca cetak lagi tuh mas