Senin, 04 Mei 2015

Dari Pertamina ke Pertamini

Harga BBM kembali naik di awal bulan. Meski untuk jenis Premium ditahan kenaikannya, namun ada kemungkinan di pertengahan bulan atau pada awal bulan depan kenaikan harganya tak bisa ditahan-tahan lagi. Pertamina sudah sejak awal bulan lalu menyatakan jual rugi untuk Premium, dan khawatir penjualan Pertamax yang belakangan meningkat akan kembali surut karena selisih harga dengan Premium terus menjauh. Dan rasanya lebih baik harga jual Pertamax dan Premium tak berselisih jauh, lagipula harga Premium di atas Rp 8000,- pun tetap dibeli warga, buktinya penjual eceran ada di mana-mana.


Di desa saya penjual bensin eceran antara satu penjual dengan penjual lainnya jaraknya tak sampai ratusan meter. Tak cuma di jalan raya, di gang-gang penjual bensin eceran menjamur. Ketergantungan warga pada bensin sepertinya sudah luar biasa, hal ini tentu karena kini memiliki sepeda motor sudah tak beda dengan memiliki sandal jepit. Bahkan becak pun kini telah dimodifikasi dengan motor. Dan kalau motor sudah seperti sandal jepit, mobil tentu sudah sama dengan sepetu. Semua itu butuh BBM.

Dan membicarakan penjual bensin eceran, saya harus ceritakan ada penjual bensin eceran unik di Manggarai (Jakarta Selatan) yang saya lihat beberapa bulan lalu. Tak seperti umumnya penjual bensin eceran yang cuma memajang botol-botol di rak yang ditempatkan di pingir jalan, penjual bensin eceran ini lebih kreatif dengan membuat lapak yang beroda sehingga mudah pindah-pindah tempat. Tak pakai botol kecil-kecil, penjual eceran ini –yang menamai diri PERTAMINI—memakai semacam gallon yang pengisiannya “mungkin” sama seperti di SPBU (saya belum sempat melihat detilnya karena hanya melihatnya dua kali; melihat sambil lalu saat siang hari dan memotretnya pada malam hari ketika sudah tutup).

Saya yakin lapak pengecer bensin “PERTAMINI” ini bukan milik Pertamina. Walaupun andai dikatakan dia anak dari Pertamina tidak ada yang salah. Ini jelas laku kreatif orang kita yang selalu pintar mengatasi persaingan hidup. Menariknya bagi saya, kreatifitas pembuat PERTAMINI ini tak sekedar bermotif ekonomi, namun juga menghibur banyak orang. Saya pertama kali  melihatnya langsung tersenyum dan ingin melihatnya lagi. Sayang saya belum berkesempatan ke sana lagi untuk menyaksikan lebih jelas dan bertanya-tanya dengan pemiliknya.


Adakah pembaca blog ini pemilik PERTAMINI itu?

11 komentar:

Yudi Darmawan mengatakan...

pernah masuk acara Hitam Putih Trans 7 ni org yang nemukan alat untuk ngisi bensin itu, dia semacam pompa otomatis yang portabel kalo gak salah dibandrol 5 jutaan..

Yudi Darmawan mengatakan...

lupa nulis pertamax,
sial..

Djangkaru Bumi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Djangkaru Bumi mengatakan...

Sungguh kreatif sekali. Peluang bisnis yang menggiurkan. Tapi resiko keamanan yang berbaya. Karena bensin mudah terbakar.

Muhammad Affip mengatakan...

Yudi: pernah diulas di TV toh?
Djangkaru: dibanding SPBU, lapak ini kalo terbakar ruginya gak seberapa mas

Defi Purnama mengatakan...

Di tempat saya juga ada pertamini mas. tapi belum pernah nyoba ngisi bensin di situ hehe

Mang Koko mengatakan...

sebuah peluang usaha yang unik dan nyentrik tapi semua orang membutuhkan keberadaannya untuk menyambung kegiatan hariannya dengan mengisi bbm untuk kendaraannya melalui Pertamini....keren deh ih

Bang Ancis mengatakan...

Wah kreatif juga itu orang ya brow...

Defa Ramadhani mengatakan...

kreatif sekali ya mas,hehe itu di jakarta selatan ya?? pertamini ini keliatannya unik dan menarik :)

Abdullah Al Pinrany mengatakan...

unik dan menarik perhatian konsumen pastinya dengan tampilan seperti itu

Obat Radang Usus mengatakan...

memang kreatif (y)